Saling Mengingatkan

Tidak ada yang tau memang kapan hidayah itu datang dan dari mana hidayah itu datang. Kamis lalu saya bercerita singkat dengan ibu Fajar terkait kapan dan dari mana hidayah itu datang. Betul memang hidayah tidak datang begitu saja. Betul memang hidayah butuh pengorbanan. Dan betul memang hidayah itu dijemput, bukan ditunggu.

Dalam perbincangan singkat itu, Ibu Fajar bercerita tentang seorang wanita yang mendapat hidayah untuk berhijab. Dalam cerita, wanita tersebut diceritakan sedang pergi ke koperasi kantor untuk melakukan fotocopy dokumen.

Si penjaga fotocopy tersebut berkata “Kayaknya ibu akan lebih cantik deh kalau berhijab.”

Entah apa respon dari wanita tersebut. Yang jelas tidak begitu lama dari kejadian itu, wanita tersebut memutuskan untuk berhijab.

Satu tahun kemudian, persis ditempat yang sama (koperasi – tempat foto copy), si penjaga bilang sesuatu kepada wanita tersebut; “Selamat ya Ibu sudah 1 satu tahun ibu berhijab.”.

Dan Alhamdulillah sudah bertahun-tahun (hingga sekarang) wanita itu istiqomah untuk berhijab.

Siapa sangka hanya sebatas ucapan dapat menjadi jalan untuk membuat orang berhijrah untuk lebih baik. Berhijrah untuk menutup aurat dan mulai untuk berhijab. Masya Allah.

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan melampaui batas.” (QS. Al-Maidah : 2)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s